Riyadh | Badilag.net

Hari sudah menunjukkan pukul 07.30 waktu Riyadh, para peserta Diklatpun sudah berkumpul di lobi Budl Hotel al-Mashif. Sejurus bis jemputanpun datang, peserta Diklat segera menaiki mobil masing-masing. Seperti biasa, kelompok satu dan dua tergabung dalam satu bis yang sama, demikian juga kelompok tiga dan empat.

Kegiatan hari ini adalah kunjungan ke Mahkamah Isti’naf Riyadh. Mahkamah Isti’naf Riyadh merupakan pengadilan tingkat banding terbesar dari 13 (tiga belas) pengadilan tingat banding yang ada di Arab Saudi.

Oleh karena kegiatan kunjungan baru akan dimulai pukul 10.00 waktu Riyadh, maka peserta Diklat menuju kampus al-Ma’had al-‘Ali li al-Qadha’ terlebih dahulu. Sesampai di kampus, untuk mengisi waktu, Drs. Uyun Kamiluddin, Ketua Rombongan (Raisu al-Wafd) meminta Drs. Zainal Mustafa dan Drs. Soleman Saleh mempresentasikan makalah tentang teknik pembuatan putusan ekonomi syariah, sesuai dengan tugas makalah yang telah ditentukan sebelumnya.

Tepat pukul 09.45 waktu Riyadh, pihak al-Ma’had al-‘Ali li al-Qadha’ meminta para peserta Diklat untuk segera menuju bis masing-masing. Perjalanan menuju Mahkamah Isti’naf Riyadh ditempuh dalam waktu 45 menit. Pada pukul 10.30 waktu Riyadh, peserta Diklat sampai di gedung Mahkamah Isti’naf Riyadh, gedung yang sangat besar dan megah.

Peserta Diklat yang hari ini didampingi langsung oleh Wakilu al-Ma’had (Wakil Dekan) Dr. Muhammad al-‘Amir, disambut oleh Syeikh Abdul Aziz bin Soleh al-Humaid, Ketua Mahkamah Isti’nafRiyadh, di ruangan kerjanya.

Mengawali kegiatan, Ketua Mahkamah Isti’naf Riyadh memperkenalkan sistem peradilan yang ada di Arab Saudi. Menurut beliau, sistem peradilan di Arab Saudi terbagi menjadi dua, pertama pengadilan yag berada di bawah wizarah al-‘adl (Kementerian Kehakiman Arab Saudi) dan kedua adalah pengadilan yang disebut Diwan al-Mazhalim, pengadilan yang berwenang mengadili perkara militer dan tata usaha negara.

Pengadilan yang berada di bawah wizarah al-‘adl terdiri dari mahkamah tingkat pertama yang meliputi al-Mahkamah al-‘Ammah (Pengadilan Umum), al-Mahkamah al-Jazaiyah(Pengadilan Pidana), al-Mahkamah al-Ahwal al-Syakhshiyah(Pengadilan Keluarga), al-Mahkamah al-Tijariyah(Pengadilan Niaga), dan al-Mahkamah al-Ummaliyah(Pengadilan Buruh), serta Mahkamah Isti’naf(Pengadilan Banding) sebagai pengadilan tingkat banding, dan Mahkamah ‘Ulya(Pengadilan Kasasi) sebagai tingkat pengadilan tertinggi. Sedangkan pengadilan yang disebut Diwan al-Mazhalim(Kantor Pengaduan Negara), terdiri dari tiga tingkatan, yakni al-Mahkamah al-Idariyah al-Ibtidaiyah (Pengadilan Tata Usaha Negara), al-Mahkamah al-Idariyah al-Isti’nafiyah (Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara), dan al-Mahkamah al-Idariyah al-‘Ulya  (Pengadilan Kasasi Tata Usaha Negara).

Setelah dialog antara Syeikh Abdul Aziz bin Soleh al-Humaid dengan para peserta Diklat selesai, beliau mendampingi peserta Diklat untuk melihat langsung 4 (empat) da’irah (kamar) yang ada di Mahkamah Isti’naf Riyadh. Kamar pertama yang dikunjungi adalah al-Da’irah al-Jaza’iyah, yakni kamar yang memiliki spesifikasi untuk mengadili perkara pidana yang hukumannya selain hukuman mati.

Setelah mengunjungi al-Da’irah al-Jaza’iyah, kunjungan berikutnya ke al-Da’irah al-Huquqiyah, kamar yang memiliki spesifikasi untuk mengadili perkara perdata kebendaan (al-mu’amalah al-maliyah). Kemudian ke al-Da’irah al-Ahwal al-Syakhshiyah, kamar yang memiliki spesifikasi untuk mengadili perkara rumah tangga (zaujiyah) dan waqaf. Terakhir, peserta Diklat mengunjungi al-Da’irah al-Khumasiyah, yakni kamar yang memiliki spesifikasi untuk mengadili perkara pidana dengan hukuman mati.

[jurnalis-dhes-iv/Ibnu AR].

 

Diklat Ekonomi Syariah, ,

 

 

Tinggalkan Komentar

 

 

 

Statistik Pengunjung

5 5 1 5 4
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Kemarin
Bulan Ini
Bulan Kemarin
Total
25
44
55154
0
3863
4736
55154
IP Anda : 54.225.17.239
2018-07-21 05:46